Kecelakaan maut beruntun…Teguran Tuhan buat negara ini

Kecelakaan tragis yang menyebabkan banyak korban jiwa sepertinya menjadi suatu ” trend ” akhir2 ini di Indonesia, mulai dari kejadian apriani sampai yang paling baru adalah kecelakaan di Cisarua yang menyebabkan belasan orang tewas dan puluhan luka-luka.

Memang kalo dilihat dari pemberitaan media kecelakaan ini terjadi karena kelalaian pengendara, mulai dari pengendara yg sedang dalam keadaan setengah sadar akibat narkoba, pengendara yang mengantuk, sampai kesalahan teknis pada kendaraan seperti rem blong yang kalo bisa saya bilang sebagai alasan klise (hampir setiap kecelakaan pasti alasan ini yang paling pertama muncul ).

Tetapi bagaimana kalo kita melihat dari sisi lain yaitu kecelakaan ini adalah sebuah musibah yang tak bisa dihindarkan atau bisa dibilang ini memang sudah jalan hidup, takdir, ataupun teguran dari yang Maha Kuasa.

Sekarang timbul pertanyaan ” Kenapa Tuhan memberi musibah seperti ini secara beruntun…??? “, ” Apa yang salah dengan rakyat negara ini sehingga Tuhan memberikan teguran dalam bentuk seperti ini…??? “

Memang kalo dilihat kondisi negara ini sekarang banyak hal yang sudah dilakukan melenceng dari apa yang diajarkan oleh Agama, semakin banyak pencuri berdasi yang berkeliaran dimana2 tanpa ada hukuman yang jelas. Negara ini juga sudah mulai tidak adil dalam berbagai hal, Kebanyakan rakyat negara ini juga mulai berubah cara pemikiran yang menghalalkan segala cara supaya dapur mereka tetap bisa mengeluarkan asap dan kebanyakan mereka yang memimpin negara ini mulai lupa dengan keadaan rakyat mereka.

Sehingga akhirnya Tuhan Yang Maha Esa memberikan teguran lewat cara seperti ini, karena sudah beberapa kali Tuhan memberikan teguran seperti tsunami aceh, letusan merapi, banjir dan tentu saja lumpur lapindo yang semuanya mengorbankan banyak jiwa dan kerugian yang sangat besar tetapi negara ini bukan lebih baik tetapi mulai lebih buruk. Perampokan semakin merajela, pembunuhan dimana2, sampai perederan obat terlarang yang semakin hari semakin banyak.

Kalau memang ini adalah suatu teguran dari Tuhan Yang Maha Esa, ada baiknya kita semua mulai mengintrospeksi diri supaya menjadi lebih baik lagi, dan buat para pemimpin negara ini dan wakil rakyat supaya mengintrospeksi diri supaya bisa mengambil kebijakan yang lebih memikirkan keadaan rakyat bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Agar supaya negara ini bisa terhindar dari musibah dan berbagai macam teguran dari Tuhan, KARENA TUHAN YANG MAHA ESA TIDAK PERNAH MENUTUP MATA.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
share :
  • TwitThis
  • Facebook
  • Google
  • YahooMyWeb

24 Responses to “Kecelakaan maut beruntun…Teguran Tuhan buat negara ini”

  1. Bambang says:

    Bukan kawan,
    Sudah saatnya Bangsa Indonesia untuk benar-benar “BELAJAR”.
    Belajar untuk tidak dengan mudah mengkambing hitamkan sesuatu.
    Tuhan itu Maha Esa, Maha Agung, Maha Pengampun.
    Semua kejadian yang terjadi itu bukanlah “Teguran Tuhan”!
    Tuhan menegur dengan cara yang lebih Agung, lebih Mulia, yaitu dengan mengetuk hati nurani kita masing-masing. Sayangnya keangkuhan, kesombongan manusia telah mengabaikan ketukan pada nurani tersebut.
    Dengan merasa “Ber-Tuhan” seseorang merasa “dekat” dengan Tuhan, merasa mengerti tentang “Tuhan” dan akhirnya, seperti yang terjadi pada beberapa saudara kita… “Merasa menjadi… Tuhan”
    Dengan mudah mengatakan hal ini bukan “Kehendak Tuhan”, hal itu “Kutukan Tuhan” dan sebagainya.
    Coba berpikir dengan tenang, renungkanlah sejenak,
    Semua kecelakaan yang saudara tulis di atas, coba pikirkan baik-baik, apakah merupakan “hukuman Tuhan ? ” , ataukah bentuk kelalaian manusia?
    Seseorang menabrak belasan orang, karena pengaruh narkoba, apakah itu takdir?
    Bukanlah seseorang bisa memilih untuk menggunakan narkoba atau tidak?
    Bergaul dengan orang yang bisa menjerumuskan atau tidak?
    Jangan mengaburkan takdir dan nasib.
    Jika seseorang menabrak belasan orang karena teler waktu mengemudi, dan akhirnya dipenjara, merasa bersalah seumur hidup, ya itulah nasibnya! Mengapa? Karena ia memilih jalan hidupnya seperti itu.
    Tapi takdir orang tidak ada yang tahu, hanya Tuhan yang tahu.
    Yang pasti, takdir seseorang dimulai ketika tercipta di dunia ini.

    Mengenai “bencana” alam yang saudara sebutkan, saya lebih senang mengatakannya sebagai “fenomena” alam.
    Apakah gunung meletus, tsunami, gempa bumi, banjir, longsor dan “bencana-bencana” lainnya merupakan kejadian baru?
    Atau suatu yang telah terjadi berulang-ulang?
    Apakah itu karena Tuhan berkali-kali marah, karena dosa manusia? Dan akhirnya Tuhan secara acak menghukum manusia?

    Cobalah untuk sekali lagi belajar!
    Belajar mengenali Bumi dimana kita hidup, jika anda seorang ilmuwan, bantulah untuk lebih memahami fenomena alam ini, jika bukan, bantulah dengan cara hidup bersinergi dengan alam.

    Pada akhirnya, jangan dengan mudah menuduh Tuhan telah menghukum, mengutuk dan sebagainya…
    Apakah anda yakin dengan itu? Punya bukti akan itu?
    Karena jika tidak, itu sama saja dengan Fitnah? Dan memfitnah Tuhan? Apakan itu dosa?
    Apakah Tuhan akan marah karena selalu di kambing hitamkan manusia atas kebodohannya sendiri?
    Saya tidak tahu, silahkan anda tanya pada hati anda sendiri…

    Terima Kasih.

    [Reply]

    garry gosal Reply:

    bener juga sih bang…!!!
    tapi saya tidak mengutuk Tuhan tetapi menurut saya Tuhan juga bisa murka melihat manusia tidak pernah sadar dan Tuhan mempunyai banyak cara untuk menegur umatnya…

    Bebas berpendapat kan…!!!

    [Reply]

    Estu Reply:

    komentar anda 90% sya setuju, tp sedikit tambahan bahwa, semua kejadian apapun yang menimpa kita adalah benar “teguran” juga “ujian”. Teguran bukan selalu ditujukan buat seseorang tapi buat kita semua secara universal. Juga bisa dianggap Ujian, Allah akan selalu memberi ujian kepada umatnya agar selalu berfikir, berbuat, untuk dapat bersikap bijak.

    Kuatkan saja dulu diri kita dan tak perlu secara frontal menuduh seseorang atau kelompok. Introspeksi secara mendalam, apakah kita telah berbuat sesuatu untuk menjadikan negara ini lebih baik? Kecelakaan ada dimana2 dibelahan bumi ini, termasuk di Amerika yg konon negara maju dan disiplin tetap ada kecelakaan beruntun yg terjadi baru2 ini. Kita jangan terjerembab dengan kebencian yang tidak beralasan, karena semua itu hanya akan merugikan diri kita sendiri.

    [Reply]

    argya Reply:

    kalau kecelakaan karena orang mabok2an duluan itu teguran Tuhan mas?
    kalau kecelakaan karena lupa/males ngecek kondisi mobil sebelum jalan itu namanya teguran Tuhan?

    siapa yang ditegur? bukankah tidak etis untuk menyatakan bahwa korban ditegur oleh Tuhan? bukankah salah untuk menyatakan orang lainlah yang ditegur Tuhan?

    adalah jahat kalau bilang korban sedang ditegur. salah apa mereka? sementara kalau bilang kemungkaran yang sedang ditegur, kok rasanya salah alamat yah?

    tolonglah kalau ada kecelakaan sensitif sedikit, jangan dibilang apa2 teguran Tuhan. saya setuju dengan mas bambang dengan takdir dan nasib. itu konsep paling dewasa yang pernah saya baca.

    [Reply]

  2. darkseid says:

    wkwkwk negor kok pake acara bunuh ribuan orang.. logikanya dimane? kan bisa lebih damai kalo negor pake media televisi, email, IM, atau kalo masih gaptek di buah atau pasang banner di awan bilang “hai ummat! gue marah neh, loe jangan pada macem2 yeh!” wkwkwk

    [Reply]

  3. Andi Tenrie says:

    Tuhan itu membimbing bukan mengutuk…., kitalah manusia harus menegur diri kita sendiri namun manusia harus pandai mawas diri. Bila terjadi suatu kecelakaan karena mabok dan ngedruks jangan salahin orang lain….., karena bukan salahnya siapa-siapa, yakni diri sendiri!!!

    [Reply]

    garry gosal Reply:

    Tuhan punya banyak cara untuk menegur manusia apalagi kalo manusia tidak pernah bisa sadar.

    [Reply]

    Andi Tenrie Reply:

    Ternyata Tuhan telah menegur para pemabok/peminum miras dan pecandu druks tapi yang jadi korban orang lain yang bukan pemobok alias orang yang tidak bersalah……, Asrtaqfirullah!!!!

    [Reply]

    jerry frans Reply:

    alloh swt, sudah memperingatkan kita, dengan kejadian2 yang tak terduga, supaya kita lebih dekat dengan alloh swt. supaya umat manusia menyadarinya kesalahanya,menjalani perintahnya menjauhi laranganya.untuk keselamatan dunia ahirat

    [Reply]

  4. zakie says:

    tidak perlu panjang lebar…semua yang di atas itu peringatan dan teguran Tuhan buat yg masih hidup agar segera BERTAUBAT selagi masih di beri kesempatan hidup…cukuplah kematian sebaga tanda-tanda kebesaranNYA…bertaubatlah mumpung masih di beri waktu,jangan mengelak atau melogikaan pernyataan di atas dengan kata-kata yg terlihat bijak tapi malah menyepelehkan Tuhan..

    [Reply]

  5. reader says:

    wkwkwk

    bnyak yg gak stuju sama penulis, emang Tuhan gak pernah kasih yg jelek2 kok
    hati2 malah jd fitnah ke Tuhan

    [Reply]

  6. bilung says:

    Kalau kecelakaan adalah teguran Tuhan, siapa sebenarnya yg ditegur. Kalau tegurannya kepada koruptor, kemaksiatan dsb. kenapa yg jadi korban orang2 yg tidak berdosa? Menurutku bencana, kecelakaan, sakit, dsb tidak terlepas dari hukum sebab akibat yg telah diciptakan Tuhan. Tuhan telah memberi akal kepada manusia, tapi manusia sendiri tidak mau menggunakan akalnya dengan jernih. Kalau mau mengurangi kecelakaan lalu lintas, kita semua harus prepare, kendaraan harus layak jalan, pengemudi harus fit dst. Kalau mau mengurangi banjir, kita buat kanal, buat gorong, jangan membabat hutan secara sewenang2, jangan buang sampah sembarangan dsb. Kalau tidak mau sakit kita harus menjaga makanan, gaya hidup dsb. Gempa bumi, gunung meletus dsb tentu mengikuti hukum sebab akibat. Manusia sudah bisa mempelajari fenomena alam ini, harus bisa mengurangi dampak akibatnya al. jangan tinggal dilereng gunung yg aktif, jangan tinggal dijalur gempa dsb. Beberapa ayat Qur’an juga menyebutkan hendaklah manusia berpikir.

    [Reply]

    Urang_awak Reply:

    I like this comment, logical

    [Reply]

  7. bilung says:

    Kalau kecelakaan beruntun karena Tuhan marah terhadap para pejabat yg koruptor, orang2 bermaksiat, kenapa yg jadi korban orang2 kecil yg tidak berdosa? Koruptor pasti gak naik bus.

    [Reply]

  8. Urang_awak says:

    Allah terlalu baik untuk disalahkan. Begitu banyak RahmatNya, kasihnya tak terhingga. Kalau Allah S.W.T. mau, dengan gampang umat manusia dimusnahkan. Manusia yang tidak pernah mau belajar. Contohnya: kalau merek bus tertentu sering kecelakaan, ya jangan naik itu lagi, karena probabilitasnya pasti ada. Kalau sudah memilih bus yg baik reputasinya, trus masih kecelakaan, itu namanya takdir (qadar). Itu rahasia Allah, tinggal manusia yang mau memikirkan hikmah dibalik musibah itu dengan kesabaran dan berserah diri.

    [Reply]

  9. Nur says:

    so,, semua setuju Allah maha pengasih dan penyayang,

    hanya manusianya saja yang tidak berfikir

    [Reply]

  10. harris says:

    YANG SAYA TAHU TUHAN ITU MAHA PENYAYANG DAN MAHA PEMAAF.
    YANG SAYA TAHU PEJABAT KITA , UANG MAU KERJA TIDAK MAU .

    [Reply]

  11. Andi Tenrie says:

    Buat saya teguran Tuhan Allah SWT itu seperti ini: Si A sangat arogan dan suka berkelenik nyembah gunung, kuburan dan lain-lain dan memiliki moral rendah, lantas mobil si A dapat kecelakaan dan 2 anaknya meninggal(hanya memiliki 2 anak!), mobilnya hancur, isterinya harus diamputasi dan si A sendiri tidak apa-apa. Pasti seisi kampung dan tetangga nyukurin si A, kata para tetangga: syukurin, lu tuh kena ditegur oleh Tuhan karena terlalu sombong dan pemuja setan…., anakmu itu lu jadi sajen deh!!!

    [Reply]

  12. kalau mau melihat kualitas penduduk suatu bangsa, maka lihatlah kualitas wakil rakyatnya. kalau wakil rakyatnya BOBROK, itu artinya rakyatnya juga BOBROK. Kalau wakil rakyatnya MULIA, maka rakyatnya juga MULIA, DIJAMIN. kalau mau bangsa ini menjadi baik, maka perbaikilah diri sendiri, perbanyak IBADAH, jauhi MAKSIAT.

    [Reply]

  13. ahzay says:

    yang harusnya ditegor itu mereka yang suka berbuat maksiat, bukan orang lain yang tidak tahu apa-apa…

    [Reply]

  14. syarief says:

    begitulah indonesia, orang yang memberantas maksiat di perangi, para pembela maksiat di bela..ya nikmatilah hasil dari kemaksiatan itu

    [Reply]

  15. Hary says:

    Saya sependapat dengan semua ini teguran Tuhan. Cobalah melihat hal lebih ke Makro jangan ke Mikro. Umpamakan anda saat ini ada di perahu. Apabila ada satu yang membolongi atau membuat bocor perahu bukan hanya penjahat itu saja yang kena, tapi seisi perahu baik yang baik ataupun jahat akan ikut tenggelam pada akhirnya. Maka dari itu diperlukan nakhoda yang bisa mengontrol arah perahu itu, tetapi juga memastikan seluruh penumpang berada pada jalurnya dan tidak melakukan sesuatu yang dapat merugikan seluruh pihak. Itulah gunanya aturan atau hukum. Jika ada orang yang membuat bocor dihukum atau diceburkan saja ke laut sekalian untuk menghindarkan bencana yang akan dirasakan semuanya.
    Maka dari itu gunakan lah semua fenomena ini untuk bercermin dan lakukan yang benar, karena saya tidak mau ada di dalam perahu yang akan tenggelam karena para tikus2 dan nakhoda yang tidak benar.

    [Reply]

  16. bobroknya negara ini!!1

    [Reply]

  17. memang kecelakaan sekarng benar2 menakutkan,,dan yang jadi korban adlah yang sama sekali tidak di duga,,tapi terasa tidak adil jika yang harus merasakan akibat si pencuri berdasi itu orang yang tidak bersalah,,

    [Reply]

Leave a Reply